Jumat, 23 Desember 2011

LAPORAN PENDAHULUAN PEMBERIAN OKSIGEN (O2)



Definisi
Merupakan pemberian oksigen ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan dengan menggunakan alat bantu oksigen (O2). Pemberian oksigen pada klien dapat melaui tiga cara, yaitu melalui kateter nasal, kanula nasal, dan masker oksigen.

Tujuan
  1. Memenuhi kebutuhan oksigen.
  2. Mencegah terjadinya hipoksia.

Indikasi
Pemberian oksigen (O2) dilakukan untuk pasien yang sesak napas atau pasien yang tidak bisa bernapas dengan normal.

Alat dan bahan
  1. Tabung oksigen lengkap dengan flow meter dan humidifire
  2. Kateter nasal, kanula nasal, atau masker oksigen
  3. Vaselin/jeli

Prosedur kerja
Kateter nasal
  1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
  2. Cuci tangan.
  3. Atur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan, biasanya 1-6 liter/menit. Kemudian, humidifire dengan melihat air bergelembung.
  4. Atur posisi dengan semi-Fowler.
  5. Ukur kateter nasal dimulai dari lubang telinga sampai hidung dan berikan tanda.
  6. Buka saluran udara dari tabung oksigen.
  7. Berikan minyak pelumas (vaselin/jeli).
  8. Masukkan ke dalam hidung sampai batas yang ditentukan.
  9. Lakukan pengecekkan kateter apakah sudah masuk atau belum dengan menekan lidah pasien menggunakan spatel (akan terlihat posisinya di belakang uvula).
  10. Fiksasi pada daerah hidung.
  11. Periksa kateter nasal setiap 6-8 jam.
  12. Kaji cuping, septum, dan mukos hidung serta periksa kecepatan aliran oksigen tiap 6-8 jam.
  13. Catat kecepatan aliran oksigen, rute pemberian dan respons klien.
  14. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

Kanula nasal
  1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
  2. Cuci tangan.
  3. Atur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan, biasanya 1-6 liter/menit. Kemudian observasi humidifire pada tabung dengan adanya gelembung air.
  4. Pasang kanula nasal pada hidung dan atur pengikat untuk kenyamanan pasien.
  5. Periksa kanula tiap 6-8 jam.
  6. Kaji cuping, septum, dan mukosa hidung serta periksa kecepatan aliran oksigen tiap 6-8 jam.
  7. Catat kecepatan aliran oksigen, rute pemberian, dan respons klien.
  8. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

Masker oksigen
  1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
  2. Cuci tangan.
  3. Atur posisi dengan semi-Fowler.
  4. Atur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan (umumnya 6-10L/menit). Kemudian observasi humidifire pada tabung air yang menunjukkan adanya gelembung.
  5. Tempatkan masker oksigen di atas mulut dan hidung pasien dan atur pengikat untuk kenyamanan pasien.
  6. Periksa kcepatan aliran tiap 6-8 jam, catat kecepatan aliran oksigen, rute pemberian, dan respons klien.
  7. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar